April 2013
11 posts
Alvin
Saya seringkali berbicara dari hati ke hati dengan Alvin.  “Ka, maaf ya Bu Ziah sering bikin kesel. Bu Ziah nyebelin ya, banyak aturan, bawel.” Entahlah, terlepas dia mengerti atau tidak, paham atau tidak apa yang sedang saya bicarakan, saya percaya bahwa sesuatu yang datang dari hati akan diterima juga oleh hati. Saya percaya bahwa Tuhan punya cara tersendiri untuk membuatnya...
Apr 29th
1 note
Sederhana saja tapi tetap bahagia
Terinspirasi dari blognya perempuansore tentang apa yang membuatmu bahagia. Sederhana saja. Bahagia yang berasal dari hal-hal yang mudah ditemui atau didapat. Dan saya bahagia karena ini: Naik bus dan duduk di dekat jendela. Apalagi kalau hujan. Beuh…aku bahagia loh, bukan nelangsa! Toko buku. Semacam kebahagiaan tersendiri melihat banyak buku berjajar di rak-rak. Dan teramat bahagia bisa...
Apr 24th
1 tag
Hati
Hati. Terjatuh kesekian kali. Semoga lukanya tidak mengabadi. Hati. Terjatuh kesekian kali. Maukah kamu mengobati? Dan lalu menemani. Sampai nanti. Sampai mati.
Apr 14th
1 note
F: Masih penelitian?
M: Iya.
F: how long?
M: almost three years and I still haven't found a conclusion.
F: Leave it!
M: why?
F: because you have wasted your time.
M: you have wasted my time! sebenernya kalian, para pria, ngerti gak sih kalo kami, wanita, butuh afirmasi verbal?!
Apr 14th
Apr 14th
3,336 notes
Hujan, sahabatku.
Hujan, sahabatku. Tapi sepertinya banyak yang tidak tahu kalau kami bersahabat. Karena setiap kali sahabatku itu datang untuk mengajakku bermain, mereka meneriakiku, “neng, pake payung atuh, nanti sakit loh.” Hujan, sahabatku. Dia tidak akan menyakitiku. Dia laki-laki. Bukan perempuan, yang biasanya suka memuji di depan tapi mengutuk di belakang. Tapi, seseorang pernah berkata...
Apr 14th
Save Kujang
“Eh ini mau dibangun apa? Kok ngerusak view gini sih?! Tugu kujangkuuuu!”. “Oh mau dibangun hotel. Tapi kok semacam menara pisa gagal gitu ya?Lha, kenapa mesti dibangun disitu? Gak ada indah-indahnya banget. Noh, di Pangrango Plaza aja ” “Tunggu tunggu! Kayaknya udah cukup sama perumahan, ini mau ditambah hotel. Ergh, jadi bagai bunga di dalam tamannya mana?? Kembalikan Bogor kota indah sejuk...
Apr 10th
1 tag
22
22. Gelisah. Insecure. Cemas. Intinya saya merasa tidak nyaman dan aman ketika menyadari usia saya yang akan semakin menua tetapi wajah yang masih teramat muda *siapin kantong kresek buat muntahan*. Nyatanya, setelah saya bertemu langsung di hari tepat saya menginjak usia ini, semua terasa istimewa. :) 22. Angka yang sama dipertemukan. Semoga.. Juga dipertemukan. Lalu disatukan. Dengan...
Apr 7th
2 notes
Apr 6th
1 note
1 tag
Apr 6th
1 tag
Apr 6th
1 note
March 2013
7 posts
Mar 26th
Ayah
Kemarin, Ayah menanyakan sesuatu yang sakral. Sakral karena itu keluar dari mulut ayah. Sakral karena kami sangat amat jarang menyinggung hal itu. “Yang tadi itu pacarmu?” “Temen, Yah.” “Eh, ayah tau kok. Tadi cuma basa-basi aja. Jadi kapan yang lebih dari temennya mau dikenalin?” Saya hanya nyengir. Lantas berkata dalam hati, “Ah, bisakah Ayah...
Mar 25th
1 note
Mar 23rd
1 note
Just Conversation
F: Mana yang lebih capek, mencari atau menunggu?
M: Menunggu. Karena menunggu itu hati yang lebih banyak bekerja. Sementara mencari, semua bekerja. Ketika mencari, kita melihat lebih banyak, mengalami banyak hal. Mencari membuat kita bertemu banyak orang. Lain lagi dengan menunggu. Ketika menunggu kita ditemani oleh si kangen, si cemas dan si harapan. Kita hanya melihat pada satu orang, yaitu dia, yang kita tunggu.
Mar 20th
2 notes
Mar 14th
5 notes
F: Envy, ya?
M: Idiiih! Males, deh! Udah bukan jamannya lagi.
F: Btw, udah berapa lama?
M: 2 tahun 7 bulan.
F: Apaan tuh?
M: Eh, single. Maksud pertanyaan lo itu, kan?
F: Idiiih! Geer! Males, deh! Udah bukan jamannya lagi, kali.
M: Aaaaak, kamu kampret! Kena deh gue.
F: Siapa suruh gengsi. Normal lagi. Manusiawi kalo lo kangen sama perhatian-perhatian kecil. Secara udah 2 tahun 7 bulan. Gila!
M: Dua tahun tujuh bulan itu lama, ya?
F: Menurut lo?
M: Yang jelas gue selalu ngerasa terkesima. Gak percaya sama diri sendiri bisa sampe sejauh dan selama ini. Hal yang paling gue takutin dulu. Sekarang kalo udah dijalanin biasa aja. Cuma soal kebiasaan.
F: Soal kebiasaan apa trauma? Terlalu takut kehilangan, lagi.
M: Lebih tepatnya belum siap.
F: Emang waktu lo lagi jalan lo tau kapan lo mau jatoh?
M: Kok elu jadi pinter, sih?
F: Kok elu jadi cupu, sih? Dewi Lestari bilang, kadang-kadang untuk tau air kamu harus terjun dan kebasahan, bukan cuma nonton dan berharap kecipratan.
Mar 5th
1 note
Sabtu.
Well, saya akan menceritakan perjalanan saya yang sangat menyenangkan hari ini.  Berawal dari bangun sekitar pukul empat. Seperti biasa, menghirup udara yang masih virgin sambil ngobrol santai dengan Sang Pemberi udara ini. Dilanjutkan dengan mencuci baju, mencuci piring dan gowes-gowes. Eits, saya gak mau kalah sama mentari. Kali ini biar saya yang muncul lebih pagi. Selesai menyelesaikan tugas...
Mar 2nd
February 2013
14 posts
Menjelang Menua, Semoga Mendewasa.
30 hari menjelang hari bertambahnya usia. Oke, mencoba untuk biasa aja. Calm down. AAAAAAK…tetep gak bisa! AAAAAAAK…Tuhan, Maretnya diskip aja, please!! AAAAAK…tambah tua, dong gue! AAAAAAAAMIIIN…tahun depan diwisuda!! AAAAAAK…abis itu nikah! AAAAAK…jodohku mana jodohku? AAAAAAAK…dia udah sampe mana, Tuhan? AAAAAK…keluarga udah pada nanyain tuh!...
Feb 28th
Pulang ke Rumah
Sewaktu saya masih bekerja sebagai guru les dan disibukkan dengan organisasi, saya akan merasa aneh jika sore hari sudah berada di rumah. “Haduh, belum jam cinderella pulang, kali!”. Biasanya saya akan tiba di rumah paling cepat pukul sepuluh malam. Kemudian saya beralih profesi pada pekerjaan yang menuntut tanggung jawab lebih dan jam kerja yang juga lebih. Dan semenjak itu pulang ke...
Feb 28th
Anonymous asked: Dengan senyumanmu aku percaya jika candu itu tidak berbahaya. Sudikah kau membaginya?
Feb 27th
Anonymous asked: Mungkin tidak penting bagimu, tp pintu yg paling menenangkan adalah dengan senyum manismu i baliknya.
Feb 26th
Feb 23rd
Semoga Mama
Saya ini tidak pernah benar-benar bercita-cita menjadi seorang guru. Pun ketika sekarang sedang menjadi guru, cita-cita saya tetap bukan menjadi guru. Karena buat saya, guru itu mengemban tanggung jawab yang begitu besar. Saya seringkali tersadar ketika melarang murid saya melakukan sesuatu yang tidak baik. Dalam hati saya akan berteriak, “ELO JUGA KAN SUKA KAYA GITU, ZIAAAH!!” Jadi...
Feb 17th
1 tag
Dua Batang Coklat dan Rectoverso
Hari ini ada dua hal yang membuat saya begitu bahagia. Dua batang coklat silverqueen dan menonton film ini[[MORE]] Semacam film Love yang terdiri dari beberapa cerita. And I most like this one; Lukman Sardi yang ngingetin saya sama murid saya. AAAAAAAK, MURID SAYA BANGET ITU YA ALLAH!! then I imagined him. Betapa jika menyangkut masalah hati, semua akan mengalami hal yang sama :’) I...
Feb 15th
1 note
1 tag
Pukul Empat Dini Hari
Akhir-akhir ini saya sering membuat janji bertemu dengan Tuhan pukul empat dini hari. Dan sepertinya saya candu. Bertemu dan berbincang hanya berdua denganNya selalu menjadi hal yang menyenangkan sekaligus menenangkan. Bayangkan, pada saat itu saya bisa menangis sejadi-jadinya, tanpa harus khawatir akan dilihat oleh banyak orang. Seru sekali, bukan?! Saya bisa mengoceh semau saya dan Tuhan tidak...
Feb 14th
1 tag
Betapa Saya Rindu
“Life is full of choice, so you can’t take anything you want.” Ah, betapa semenjak saya memutuskan untuk kuliah sambil bekerja,  banyak sekali momen-momen bersama teman yang terlewatkan. Momen yang sebetulnya sederhana, namun tetap berkesan. Betapa semenjak pagi hari saya bekerja dan sore hari kuliah lalu akan tiba di rumah ketika malam, saya tidak bisa menikmati keseharian...
Feb 13th
1 tag
Saya dan Kamu
Saya terbangun pukul empat dini hari. Lantas bertemu dengan Tuhan saya, menceritakan banyak hal, berharap ini itu kemudian dilanjutkan dengan menyiapkan apa-apa yang diperlukan untuk bekerja hari ini. Selembar foto jatuh ketika saya mengeluarkan sebuah buku. Berlatar monas, ada saya dan kamu disitu, 3 tahun yang lalu. Benar-benar lalu. Betapa saya dan kamu itu memiliki kesamaan; sama-sama...
Feb 12th
1 note
Feb 12th
3,288 notes
1 tag
Janji Tuhan
Tuhan, saya tahu Tuhan sedang membentuk hati saya. Menyiapkan hati saya untuk kejutan yang akan diberikan nanti. Nanti, saya juga tidak tahu nanti itu hari apa. Saya tidak menemukannya di kalender manapun. Tapi saya percaya nanti itu pasti hari yang indah. Hari yang unforgettable, kan, Tuhan?! Tuhan, sungguh loh,saya sedang butuh seseorang. Saya ini wanita,yang digambar otaknya butuh sekali ...
Feb 5th
1 tag
Begini, saya tidak mengerti mengapa setiap kali saya dihadapkan pada surat kontrak, surat tersebut terasa seperti menghipnotis saya dan tanpa sadar saya akan membubuhkan tanda tangan pada kertas tersebut. yang artinya saya setuju dengan segala peraturan dan perpanjangan masa kerja saya. Belakangan ini saya sedang berusaha untuk lebih meyakinkan diri dengan keputusan yang sudah saya buat. Tepatnya...
Feb 5th
1 tag
Feb 3rd
1 note
January 2013
9 posts
Tuhan Romantis, Saya Melankolis.
Saya percaya bahwa Tuhan itu romantis. Buktinya, Dia menciptakan gerimis. Eh, menurut saya gerimis itu romantis. Selain itu Tuhan juga menciptakan langit orange. Senja namanya. Belum lagi pelangi, awan, aurora, semesta. dan yang lebih romantis lagi, Tuhan menciptakan kamu. Ah, sepertinya saya yang terlalu melankolis
Jan 31st
2 notes
The Fe(m)al(e) Brain
Minggu lalu saya mengikuti seminar hypnoparenting yang diadakan oleh komite sekolah tempat saya bekerja. Lalu saya menaruh perhatian lebih ketika si pembicara menampilkan gambar ini. Sebetulnya ini bukan kali pertama sih saya melihat isi dari otak wanita. Sudah cukup lama dan itu membuat saya lupa. Kemudian saya seperti tersadarkan kembali. “God, jadi selama ini gue gak salah...
Jan 31st
1 note
1 tag
Teruntuk Kamu
Aku pernah menyepelekan kata ‘kamu’. Tidak tau bahwa efek dari kata ‘kamu’ bisa mengubah banyak hal dalam hidupku. Kalau bukan karena ‘kamu’. Bagaimana bisa aku tau rasanya bermain-main dengan waktu. Menghitung setiap detik yang berlalu. Membaca banyak buku sembari menunggu. Kalau bukan karena ‘kamu’. Bagaimana bisa aku berlama-lama berdiri di depan pintu. Menyambut kedatanganmu. kalau bukan...
Jan 23rd
1 note
1 tag
Bintang dari Ayah
Hai. Namaku Azhar. Umurku sudah 13. Sudah remaja, seharusnya. Atau mungkin aku tengah disibuki dengan cinta monyet. Secara aku memiliki postur tubuh yang lumayan bisa memikat hati para gadis. Haha.  Tapi faktanya aku memiliki dua kepribadian. Di satu sisi aku masih seperti anak berumur 7 tahun, namun di sisi lain aku sudah remaja. Mamaku keracunan udang sewaktu aku masih di dalam kandungan....
Jan 21st
1 tag
Boleh Pinjam Dia, Tuhan?
Tuhaaaan!! (ya gak usah pake teriak Tuhan juga denger kok) Iya, maafin deh. Habis, kalau gak inget umur, sepertinya aku sudah teriak sambil guling-guling di tanah. Menangis sesenggukan sambil sesekali menyeka cairan kental yang keluar dari hidung. Ya gitu deh, aku nyerah sekarang. Ternyata aku gak bisa jadi superwoman. I need a listener, My Lord! Boleh ya, aku pinjem seseorang yang ada di...
Jan 20th
1 note
1 tag
Dear Sunny
Sunny, kamu kemana? Kenapa sekarang sudah jarang menyelinap masuk ke kamarku? Mana pelukan hangatmu yang biasa membangunkan aku? Sunny, aku kangen. Sungguh! Kamu kenapa sih sering datang terlambat? Kalah sama hujan. Ayo, bangun lebih pagi, Sunny! Biar rejeki kamu gak dipatok sama hujan. Lihat, hujan sudah menguasai ibukota. Kamu sering bangun kesiangan, Sunny. Oh, jangan bilang kamu mulai...
Jan 18th
1 tag
Dari Kami Untuk Kalian
Untuk kalian yang suka setiap kali melihat kami berjatuhan. Baiklah, melalui surat ini, kami akan menjawab satu persatu pertanyaan kalian. Pertama, kami hanyalah sekumpulan air yang terjadi karena proses evaporasi, kondensasi dan presipitasi. Kami percaya bahwa kaliah mengerti karena kalian jauh lebih cerdas dari kami. Kami jelas diciptakan oleh Tuhan melalui proses-proses tersebut, bukan dari...
Jan 16th
1 tag
Kepada Tuhan yang Menjatuhkan Hujan
Tuhan, aku sebal! Mengapa mereka menyambutku dengan rasa malas, galau, sedih, mengeluh dan sejenisnya? Padahal aku begitu semangat, bahkan mengajak teman-temanku untuk bermain, tertawa riang bersama mereka. Tapi lihat? Mereka melarang anak-anaknya untuk bermain bersama kami. Memang salah kami apa? Sampai-sampai kami disalahkan ketika mereka sakit. Ish, itu kan sistem imun mereka saja yang tidak...
Jan 15th
1 note
Aku kecanduan hujan. Menikmatinya dengan secangkir kenangan. Dan semangkuk harapan. Menghirup aroma masa depan. Mencicipinya perlahan.
Jan 5th
1 note
December 2012
15 posts
2 tags
Kangenak
biasanya, setelah pulang kuliah, sesampainya di rumah saya selonjoran, mengingat-ingat hal-hal yang dilakukan di sekolah bersama anak-anak. tiap hari ada saja yang membuat saya tertawa. melelahkan sekaligus menyenangkan. Iya, saya sedang kangen mereka, agen mars. yang mengangkat tangan itu fayza dan afnan, mereka berhasil menyabet juara 3 lomba cerdas cermat yang diadakan ketika class meeting. ...
Dec 29th
Dec 29th
Anonymous asked: Sebelum jadi guru, apa profesimu? Bidadari?
Dec 26th
2 tags
F: Kepalamu sedang dipenuhi dengan apa?
M: Kemungkinan dan alasan.
F: Mulutmu sedang apa?
M: Tak henti-hentinya mengucap nama seseorang.
F: Dadamu sesak karena apa?
M: Pertanyaan.
F: Lalu bagaimana dengan isi hatimu?
M: Semuanya harapan.
Dec 26th
2 notes
Dec 26th
3,299 notes
1 tag
Sore. Langit di kotaku sedari siang masih menumpahkan kesedihannya. Awannya? Dia kabur setelah dimarahi habis-habisan sama petir. Langit di kotamu seperti apa sekarang? Tinggal beberapa hari lagi menjelang tahun baru. Kamu sepertinya masih betah disitu. Eh, aku juga sepertinya masih nyaman menunggu. Hehe. Penantian juga bagian dari kesetiaan bukan? Setidaknya itu menurutku. Lain lagi dengan...
Dec 26th
1 tag
My Holiheroday
tadinya sih, hari ini cuma mau nonton Habibie Ainun, tapi paginya dapet sms dari atasan. WHOA! liburan saya terhapuskan sodara-sodara! selama tiga hari saya harus mengikuti pelatihan guru lalu di minggu kedua liburan saya harus mengikuti raker (rapat kerja). oke sip! *sobek-sobek kalender* Jadi deh, saya rapel, jam pertama nonton Habibie Ainun dilanjut dengan 5 CM. Dan mata saya jadi doyan...
Dec 24th
“Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau...”
– Habibie dan Ainun
Dec 23rd
1 note
Ki(eu)amat
Semalam aku tidur dengan selimut doa yang begitu tebal. Katanya, besok kiamat. Aku berharap, seandainya benar terjadi, Tuhan akan mempertemukan kita kembali. Ada cahaya yang menyelinap masuk ke kamarku. Itu mentari. Eh, kiamat mana? Gak jadi datang? Atau dia tidur begitu larut sehingga bangun kesiangan. Tuhan, kalau begitu kiamatkan saja dulu rasaku untuknya.
Dec 21st
2 notes